AL-QUR'AN DAN KEISTIMEWAANNYA
Apa yang kalian tahu mengenai Al-qur'an?jawabnya pasti Al-qur'an merupakan kitab suci agama islam. Al-qur'an berisi 30 juz didalamnya, dan lain sebagainya. Al-qur'an sangat istimewa, begitu istimewanya sampai-sampai banyak orang yang mampu menghafalkannya. Sebagai umat muslim memang wajib kita membaca dan mempelajari Al-quran. Banyak hal yang bisa kita bahas mengenai Al-qur'an mulai dari Sejarah diturunkannya, Pengertiannya, Bukti kebenarannya, Isi kandungannya dan Keistimewaanya.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Sejarah diturunkannya Al-qur'an dan Pengertiannya terlebih dahulu. Adapun pembahasannya sebagai berikut:
A. SEJARAH DITURUNKANNYA AL-QUR’AN
Al-Qur’an diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw dalam jangka waktu ± 23 tahun melalui perantaraan malaikat Jibril secara berangsur-angsur. Dimulai dari bulan Ramadan ketika Nabi Muhammad Saw tengah bertahanus (menyendiri) di Gua Hira, hingga wahyu terakhir ketika sedang melaksanakan haji wada’. Surat-surat dan ayat-ayat al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Saw.
Firman Allah:
Setelah wahyu diterima, kemudian nabi Muhammad membacakan kepada para sahabat yang mendengarnya. Para sahabat diperintahkan untuk mencatat ayat-ayat tersebut di atas kayu, pelepah kurma, di atas batu, tulang unta dan lain sebagainya.
Diantara para sahabat yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Rasulullah Saw sebagai pencatat wahyu, yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali Abi Thalib, Mua’wiyah, Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’ab, Khalid bin Walid dan Tsabit bin Qais.
Para ulama 'Ulum Al-Qur’an membagi sejarah turunnya Al-Qur’an dalam dua periode: (1) Periode sebelum hijrah (ayat-ayat Makkiyyah; dan
(2) Periode sesudah hijrah (ayat-ayat Madaniyyah).
- Periode Makkiyah (periode makkah),
yaitu ayat Al-Qur’an yang turun sebelum Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah ke madinah. Berjumlah 86 Surat, diturunkan selama 12 tahun 5 bulan. Wahyu yang pertama kali turun pada tanggal 17 ramadhan 610 M di Gua Hira’ pada saat Nabi Muhammad Saw bertahannus adalah Surat Al-Alaq ayat 1 – 5 :
- Periode Madaniyyah (periode Madinah)
yaitu ayat Al-Qur’an yang turun sesudah Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah ke madinah. Berjumlah 28 Surat. Turun selama 9 tahun 9 bulan. Selama masa periode ini, dakwah Al-Qur’an telah dapat mewujudkan suatu prestasi besar karena penganut-penganutnya telah dapat hidup bebas melaksanakan ajaran-ajaran agama di Yatsrib (yang kemudian diberi nama Al-Madinah Al-Munawwarah). Wahyu yang terakhir diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw adalah Surat Al Maidah ayat 3 :
Sejarah pembukuan Al-Qur’an
Adapun sejarah pembukuan (kodifikasi) al-Qur’an dibagi kedalam dua tahap, yaitu :
a. Al-Qur’an pada masa sebelum wafat Rasulullah
Pada masa ini, Al-Qur’an diturunkan ayat demi ayat dan surat demi surat. Karena kefasihan dan keindahan bahasanya luar biasa, ia tersebar dengan cepat dan menakjubkan. Secara sembunyi-sembunyi dalam malam-malam yang gelap, kaum muslimin datang mendekati rumah Nabi untuk mendengarkan ayat-ayat AlQur’an yang sedang beliau baca. Kaum Muslimin juga bersungguh-sungguh dalam menghapal dan mempelajari Al-Qur’an, karena Nabi s.a.w. diperintahkan untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka (QS 16:44). Setelah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah, dan urusan kaum Muslimin menjadi teratur, beliau memerintahkan kepada sekelompok sahabatnya untuk memperhatikan keadaan Al-Qur’an, mengajarkan, mempelajari dan menyebarkannya. Wahyu itu dicatat hari demi hari sehingga tidak musnah, dan mereka dibebaskan dari wajib militer, seperti ditegaskan dalam Al-Qur’an (QS 9: 122). Dalam kelompok itu terdapat beberapa sahabat yang tekun membaca AlQur’an, menghapal dan memelihara surat-surat dan ayat-ayatnya. Mereka inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan al-qurra’. Ayat-ayat yang diturunkan secara bertahap, ditulis pada papan-papan, kulit domba atau pelepah kurma, dan dihapal.
b. Al-Qur’an pada masa sesudah Rasulullah wafat
Sesudah Rasulullah wafat, Ali bin Abi Thalib diam di rumahnya untuk menghimpun Al-Qur’an dalam satu mushaf menurut urutan turunnya. Dan belum enam bulan sejak wafatnya Rasulullah, dia telah merampungkan penghimpunan itu dan mengusungnya ke atas punggung unta. Satu tahun sesudah Rasulullah wafat, pecah perang Yamamah yang merenggut korban tujuh puluh orang qurra’. Pada waktu itu khalifah berpikir untuk menghimpun surat-surat dan ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf, karena khawatir akan terjadi perang lagi serta khawatir akan punahnya para qurra’ dan hilangnya Al-Qur’an karena kematian mereka. Khalifah memerintahkan kepada sekelompok qurra` sahabat di bawah pimpinan Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Qur’an. Mereka menghimpun dari papan-papan, pelepah pelepah kurma, dan kulit-kulit domba yang terdapat di rumah Nabi yang ditulis oleh para penulis wahyu, dan tulisan-tulisan yang ada pada sahabat-sahabat yang lain. Setelah menyelesaikan penghimpunan itu, mereka menyalin beberapa naskah dan dibagikan ke beberapa negeri Islam.
Sesudah khalifah ketiga mengetahui bahwa Al-Qur’an terancam perubahan dan penggantian akibat sikap mempermudah dalam menyalin dan memeliharanya, dia memerintahkan untuk mengambil mushaf yang disimpan oleh Hafsah, yakni naskah pertama di antara naskah-naskah khalifah pertama, dan memerintahkan kepada lima orang sahabat, yang di antaranya Zaid bin Tsabit, untuk menyalin mushaf tersebut. Khalifah ketiga juga memerintahkan agar semua naskah yang terdapat di negeri-negeri Islam dikumpulkan dan dikirimkan ke Madinah, kemudian dibakar. Mereka menulis lima naskah Al-Qur’an. Satu naskah ditinggal di Madinah dan empat yang lainnya dibagi-bagikan ke Makkah, Suriah, Kufah dan Basrah. Masing-masing satu buah. Ada yang mengatakan bahwa selain lima naskah ini, ada satu naskah yang dikirimkan ke Yaman, dan satu lagi ke Bahrain. Naskah inilah yang dikenal dengan scbutan Mushaf Imam dan semua naskah Al-Qur’an ditulis menurut salah satu dari kelima naskah ini. Semua naskah ini dan mushaf yang ditulis melalui perintah khalifah pertama tidak berbeda, kecuali dalam satu hal, yaitu bahwa surat al-Bara'ah dalam mushaf khalifah pertama diletakkan di antara surat-surat mi'un, dan surat al-Anfal diletakkan di antara surat-surat matsani. Sedangkan dalam Mushaf Imam, surat al-Anfal dan al-Bara'ah diletakkan di antara surat al-A'raf dan Yunus.
B. PENGERTIAN DAN HAKIKAT AL-QUR’AN
Al-Qur’an menurut bahasa berasal dari kata Qara’a-Yaqra’u- Qur’anan artinya : bacaan atau yang dibaca. Pengertian ini didasarkan pada firman Allah dalam Surat Al-Qiyamah ayat 16 – 18 sebagai berikut :
Adapun menurut istilah, al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai mukjizatnya dan bagi yang membacanya merupakan ibadah. Al-Qur’an adalah firman Allah swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi terakhir, dinamakan al-Qur’an karena merupakan kitab suci yang wajib dibaca, dipelajari, dan merupakan ajaran-ajaran wahyu terbaik.
Al-Qur’an juga mempunyai nama yang cukup banyak, diantara nama-nama lain Al-Qur’an adalah sebagai berikut.
1. Al-Kitab berarti Kitab atau buku. (Q.S.al-Baqarah/2: 2).
2. Al-Furqan berarti pembeda, maksudnya al-Qur’an menerangkan secara jelas mana yang benar dan yang salah.(Q.S. al Furqan/25:1)
3. Az-Zikr berarti peringatan. Al-Qur’an dikatakan Az-Zikr karena banyak ayat-ayatnya yang berisi peringatan kepada manusia.(Q.S. al-Hijr/15:9)
4. Al-Huda berarti petunjuk. Al-Qur’an dikatakan Al-Huda karena ayat-ayatnya berisi petunjuk bagi manusia.(Q.S.alBaqarah/2;185)
5. An-Nur berarti cahaya. Al-Qur’an dikatakan An-Nur karena petunjuk-petunjuknya adalah sebagai penerang hati manusia. (Q.S.an-Nur/24:40)
6. Al-Bayyinah berarti keterangan Al-Qur’an. dikatakan Al-Bayyinah karena ayatnya berisi beberapa keterangan atau penjelas bagi suatu masalah.(Q.S. al-Bayyinah/98:1)
Masih banyak materi yang akan kita bahas mengenai Alqur'an. Dan akan kita bahas pada postingan berikutnya.
Terimakasih😊
Masih banyak materi yang akan kita bahas mengenai Alqur'an. Dan akan kita bahas pada postingan berikutnya.
Terimakasih😊





Assallamualikum buu .. saya , Aruni zalianti ramdani kelas 8A
BalasHapus👍🏻
HapusKeistimewaan al-qur'an dan sejarah turunya al-qur'an
BalasHapusDwi pandu (8a) setelah membaca materi di atas saya menyimpulkan bahwa alquran adalah kitab suci umat muslim atau bisa disebut dengan pedoman hidup umat muslim yang jika kita baca dan mengamalkannya, hidup kita senantiasa akan tentram dan mendapat petunjuk serta penyelesaian masalah dari Allah SWT. Serta al-qur'an adalah penyempurna dari kitab sebelumnya.
BalasHapus👍🏻
HapusAssalamu'alaikum Bu saya Nur Aini Indah Lestari kls 8A
BalasHapus👍🏻
HapusAsalamlamu' alaikum saya Arif budi utomo8a setelah membaca teryata materi di atas tentang pengertian Al- Quran
BalasHapus👍🏻
HapusAssalamualaikum bu , saya Vika Septiani Ramadhani kelas 8A
BalasHapus👍🏻
HapusAsallamuallaikum bu..Saya fanisa rahayu dari kelas 8A
BalasHapus👍🏻
HapusAssalamualaikum Bu saya mistiani kelas 8A
BalasHapus
BalasHapusAssalamu'alaikum bu saya Sariah kelas 8A
Assalamu'alaikum, bu saya Harif retio budi kelas 8a
BalasHapusAssalamu'alaikum bu, saya Harif retio budi kelas 8a
BalasHapusAssalamualaikum bu Saya Nanda Saputra 8a
BalasHapusAssalamualaikum bu... Saya M. Raya Mufayz kelas 8B. Dengan adanya catatan semoga saya dan teman" saya semakin mencintai & bisa mengamalkan Al-qur'an, sehingga tidak ada lg yg meragukan keistimewaan Al-qur'an. Karena pd hakekatnya Al-qur'an adalah pedoman bagi umat islam diseluruh dunia.
BalasHapusAssalamualaikum bu... Saya M. Raya Mufayz kelas 8B. Dengan adanya catatan semoga saya dan teman" saya semakin mencintai & bisa mengamalkan Al-qur'an, sehingga tidak ada lg yg meragukan keistimewaan Al-qur'an. Karena pd hakekatnya Al-qur'an adalah pedoman bagi umat islam diseluruh dunia.
BalasHapusAssalamualaikum bu ... saya Maya Artikasari dari kelas 8B
BalasHapus